Langsung ke konten utama

patah

masa lalu itu menggigit
tak sudah mengunyah ngunyah perasaan
mengecup kulit kulit kenangan
mengulum batang batang ingatan
yang perkasa tegak di rongga kepala

masa lalu itu mencubit
menggelitik
menggerayangi titik titik rawan
membelai rambut rambut sanubari
lembut seperti cinta sang perawan

masa lalu itu menerkam
mencabik cabik kesadaran
merobek robek keyakinan
merencah susunan tulang belakang
dan melumpuhkan seluruh persendian

lalu dia hanya bisa mengalir
mengikuti desir yang berpasir
membasuh nafsu yang lusuh
tanpa embun di sahara
tetesan darah telah berujung melankolia

Komentar