Langsung ke konten utama

debu


telah kuabaikan waktu
dengan tidur yang terlalu lama
sekian lama aku hidup dalam impian

ketika aku terjaga
waktu telah terpenggal
tertinggal
terlalu banyak yang terlewatkan

debu debu telah meluluri wajah
memburamkan pandangan
melumuri liur dan memenuhi kerongkongan
debu yang beterbangan dalam arena perlombaan
terpaksa harus kutelan






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Malam

Aku belajar pada malam Tentang waktu yang melambat Tentang hati yang tercekat Tentang purnama Tentang menunggu dan kesabaran Tentang dingin dan penantian *** (Purnama itu selalu, walau jauh disana, walau hanya terlihat sebagian saja) Rangkasbitung, 03022023

bermuda

rasaku selalu seperti air terus mengalir dan kamu sering menjadi angin ada saatnya mati dan dingin tetapi rindu adalah ombak mendebur pantai dan karang menyisir pasir, hatimu dan jantungku berdesir