Langsung ke konten utama

maaf, tak seharusnya aku begitu

tak mampu aku mengerti seluruh kalimatmu
karena sebelum kepalaku mencerna
kalimatmu menjelma rangkaian gerbong kereta
pelan..melindas tubuhtubuh asa
hancur menjadi debu debu cemburu
menjelma balokbalok salju yang menghancurkan
perahu kayuku yang mulai berlayar menuju rindumu
rinduku menggelepar
tercecer
terbakar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Malam

Aku belajar pada malam Tentang waktu yang melambat Tentang hati yang tercekat Tentang purnama Tentang menunggu dan kesabaran Tentang dingin dan penantian *** (Purnama itu selalu, walau jauh disana, walau hanya terlihat sebagian saja) Rangkasbitung, 03022023

bermuda

rasaku selalu seperti air terus mengalir dan kamu sering menjadi angin ada saatnya mati dan dingin tetapi rindu adalah ombak mendebur pantai dan karang menyisir pasir, hatimu dan jantungku berdesir

debu

telah kuabaikan waktu dengan tidur yang terlalu lama sekian lama aku hidup dalam impian ketika aku terjaga waktu telah terpenggal tertinggal terlalu banyak yang terlewatkan debu debu telah meluluri wajah memburamkan pandangan melumuri liur dan memenuhi kerongkongan debu yang beterbangan dalam arena perlombaan terpaksa harus kutelan