Langsung ke konten utama

duka lelaki tua

genggam erat tanganku
kawan
jangan dulu kau lepaskan
aku masih butuh dekapan

bisikkan ditelingaku
sahabat
kata kata lembut memikat
aku belum mau sekarat

peluk aku
tenangkan gejolak jiwaku
aku bukan ingin mencumbumu
seperti pada perempuan perempuan
pelepas jemu

aku hanya ingin kau ada
menemaniku terjaga
sampai fajar tiba

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Malam

Aku belajar pada malam Tentang waktu yang melambat Tentang hati yang tercekat Tentang purnama Tentang menunggu dan kesabaran Tentang dingin dan penantian *** (Purnama itu selalu, walau jauh disana, walau hanya terlihat sebagian saja) Rangkasbitung, 03022023

bermuda

rasaku selalu seperti air terus mengalir dan kamu sering menjadi angin ada saatnya mati dan dingin tetapi rindu adalah ombak mendebur pantai dan karang menyisir pasir, hatimu dan jantungku berdesir

debu

telah kuabaikan waktu dengan tidur yang terlalu lama sekian lama aku hidup dalam impian ketika aku terjaga waktu telah terpenggal tertinggal terlalu banyak yang terlewatkan debu debu telah meluluri wajah memburamkan pandangan melumuri liur dan memenuhi kerongkongan debu yang beterbangan dalam arena perlombaan terpaksa harus kutelan