Langsung ke konten utama
ohh.
ternyata matahari telah tinggi
kukira aku masih bermimpi
tentang penjual sate keliling
menyembunyikan janda aparat dengan dua anaknya
di kamar kos sempit seadanya yang tiap sore mampir
coffeemix hangat dalam plastik dituangnya
ke gelasku buat kami nikmati berdua

ternyata matahari telah tinggi
dan kukira aku masih bermimpi tentang
anak saudagar yang telat kawin
mengidamkan gadis cantik sebelah rumahnya
kasian benar
tak tanggap dengan perhatian sang anak saudagar
telat kawin
sibuk dengan kuliah dan dunia mudanya

dan ternyata matahari telah tinggi
aku tak berani bermimpi
tentang seorang wanita pengelana seribu peristiwa
sedang
hasratku tak terhenti

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Malam

Aku belajar pada malam Tentang waktu yang melambat Tentang hati yang tercekat Tentang purnama Tentang menunggu dan kesabaran Tentang dingin dan penantian *** (Purnama itu selalu, walau jauh disana, walau hanya terlihat sebagian saja) Rangkasbitung, 03022023

bermuda

rasaku selalu seperti air terus mengalir dan kamu sering menjadi angin ada saatnya mati dan dingin tetapi rindu adalah ombak mendebur pantai dan karang menyisir pasir, hatimu dan jantungku berdesir

debu

telah kuabaikan waktu dengan tidur yang terlalu lama sekian lama aku hidup dalam impian ketika aku terjaga waktu telah terpenggal tertinggal terlalu banyak yang terlewatkan debu debu telah meluluri wajah memburamkan pandangan melumuri liur dan memenuhi kerongkongan debu yang beterbangan dalam arena perlombaan terpaksa harus kutelan