Langsung ke konten utama

jangan bilang sakura tak bisa abadi

jika..
telah saatnya sakura
merontokkan indah kelopaknya
juga merahnya

mungkin
kukeraskan hati
kumpulkan serpihannya dalam cawan

kutuang anggur sisa perjamuan

ku teruskan langkah
mendaki puncak fuji
dan kutemui dewi matahari
 

bersama mukjizatnya
kubuat cintamu kembali

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Malam

Aku belajar pada malam Tentang waktu yang melambat Tentang hati yang tercekat Tentang purnama Tentang menunggu dan kesabaran Tentang dingin dan penantian *** (Purnama itu selalu, walau jauh disana, walau hanya terlihat sebagian saja) Rangkasbitung, 03022023

bermuda

rasaku selalu seperti air terus mengalir dan kamu sering menjadi angin ada saatnya mati dan dingin tetapi rindu adalah ombak mendebur pantai dan karang menyisir pasir, hatimu dan jantungku berdesir

debu

telah kuabaikan waktu dengan tidur yang terlalu lama sekian lama aku hidup dalam impian ketika aku terjaga waktu telah terpenggal tertinggal terlalu banyak yang terlewatkan debu debu telah meluluri wajah memburamkan pandangan melumuri liur dan memenuhi kerongkongan debu yang beterbangan dalam arena perlombaan terpaksa harus kutelan