Langsung ke konten utama

larut

gerimis mengabut
sulur sulur memerangkap rasa
jarum jarum menusuki rindu
terbang pusaran kama
dalam dekapan sayap sayapnya

terbang diatas hampa
dinding dinding pelangi
senyum dan kerling bidadari
lembab bibir bibirnya
meruap seribu beku

kembang sebrang tengadah
menantang hujan terbuncah
jarum jarum gerimis
jarum jarum rindu
lebur dalam kelopakmu

            

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Malam

Aku belajar pada malam Tentang waktu yang melambat Tentang hati yang tercekat Tentang purnama Tentang menunggu dan kesabaran Tentang dingin dan penantian *** (Purnama itu selalu, walau jauh disana, walau hanya terlihat sebagian saja) Rangkasbitung, 03022023

bermuda

rasaku selalu seperti air terus mengalir dan kamu sering menjadi angin ada saatnya mati dan dingin tetapi rindu adalah ombak mendebur pantai dan karang menyisir pasir, hatimu dan jantungku berdesir

debu

telah kuabaikan waktu dengan tidur yang terlalu lama sekian lama aku hidup dalam impian ketika aku terjaga waktu telah terpenggal tertinggal terlalu banyak yang terlewatkan debu debu telah meluluri wajah memburamkan pandangan melumuri liur dan memenuhi kerongkongan debu yang beterbangan dalam arena perlombaan terpaksa harus kutelan